Majalengka,fokusnews88.com - Setelah sempat terpuruk akibat harga pakan yang melambung tinggi sementara harga jual ayam dan telur anjlok, para pengusaha ayam petelur di Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka kini mulai menunjukkan optimisme.
Penurunan harga pakan ternak dalam dua pekan terakhir menjadi angin segar bagi peternak yang sebelumnya banyak yang mengeluh merugi bahkan ada yang terpaksa gulung tikar.
Berdasarkan temuan tim investigasi fokusnews88 di lapangan pada Sabtu (18/07/26), mayoritas peternak di wilayah Cingambul dan sekitarnya mengaku beban operasional mulai berkurang.
Salah satu pengusaha ayam petelur di Desa Cingambul, Gilang (43) mengatakan, selama beberapa bulan terakhir dirinya terus merugi. Pasalnya, harga pakan naik tidak terkendali, namun harga jual telur dan ayam justru terus turun.
"Usaha saat ini saya rugi terus, pasalnya harga pakan naik terus sementara harga ayam turun, tidak balance. Biaya produksi tidak ketutup. Alhamdulillah minggu ini harga pakan mulai turun sekitar Rp 500 sampai Rp 1.000 per kilogram, jadi kami mulai optimistis lagi," ujar Gilang.
"Gilang berharap, penurunan harga pakan ini bisa stabil dan diiringi dengan stabilnya harga jual telur di pasaran. Jika dua komponen itu seimbang, peternak kecil seperti dirinya bisa kembali bangkit.
Hal senada diungkapkan peternak lainnya. Mereka meminta pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka untuk turut mengawasi fluktuasi harga pakan dan membantu menjaga stabilitas harga telur agar tidak dipermainkan tengkulak.
Dengan turunnya harga pakan, mereka memprediksi produktivitas akan kembali meningkat dan keuntungan peternak perlahan pulih.
Hingga berita ini diturunkan, harga pakan ayam petelur di tingkat distributor wilayah Majalengka tercatat turun dari sebelumnya Rp 8.500/kg menjadi Rp 7.700/kg.
Wisnu


0 Komentar