EXPOSE Digital TV 19" - 43" 4K Android Smart TV
Garansi 5 Tahun | DVB T2 + Tsunami Warning | Netflix, YouTube, Google TV | Gratis Bracket
*Link affiliate, harga bisa berubah sewaktu-waktu
Tugu Bola Dunia Dibongkar Jadi Tugu Kuda, FORMASI Tagih Transparansi Anggaran Pemkab Kuningan
KUNINGAN,(FRIC)Fokusnews88.com - Polemik pembongkaran Tugu Bola Dunia yang diganti menjadi Tugu Kuda di Kabupaten Kuningan terus menggelinding. Forum Masyarakat Peduli Kuningan (FORMASI) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan membuka seluruh jejak anggaran proyek tersebut secara transparan.
Ketua FORMASI, Manap, menilai pemerintah seharusnya tidak menghapus simbol bersejarah hanya untuk membangun simbol baru. Jika patung kuda dinilai lebih merepresentasikan identitas Kuningan sebagai Kota Kuda, pembangunannya bisa dilakukan di lokasi lain yang sesuai dengan konsep tata ruang, tanpa harus membongkar Tugu Bola Dunia.
Sementara itu, Tugu Bola Dunia yang telah menjadi bagian dari memori kolektif warga seharusnya bisa dipertahankan, ditata ulang, dan dipercantik agar lebih representatif.
“Kalau mau membuat patung kuda, silakan. Tetapi tidak harus dengan menghapus sejarah. Tugu lama bisa diperbaiki, dipercantik dan ditata tanpa menghilangkan bentuk serta nilai historisnya,” ujar Manap, Sabtu (5 September 2026).
Manap menegaskan, pembangunan daerah tidak seharusnya selalu diartikan sebagai penggantian total simbol lama setiap kali terjadi pergantian slogan atau konsep pemerintahan.
“Kalau setiap perubahan slogan atau konsep pemerintahan harus diikuti dengan pembongkaran simbol lama, kapan daerah ini punya memori sejarah?” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya prinsip pelestarian identitas. Menurutnya, logika “yang baru harus menggantikan yang lama” jika diterapkan serampangan, akan membuat daerah kehilangan jejak sejarahnya.
“Borobudur saja ketika dipugar tidak kemudian diganti bentuknya karena dianggap tidak sesuai zaman. Begitu juga simbol-simbol penting yang memiliki nilai sejarah. Kita harus bisa membedakan antara memperbaiki dengan menghapus,” katanya.
Untuk mengakhiri spekulasi publik, FORMASI secara resmi meminta Pemkab Kuningan membuka seluruh dokumen proyek.
Dokumen yang diminta meliputi nomenklatur program dan kegiatan, Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), kode rekening, pagu anggaran, Rencana Anggaran Biaya (RAB), dokumen pengadaan, nilai kontrak, nama penyedia, Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), desain awal dan desain akhir, addendum jika ada, progres pekerjaan, realisasi pembayaran, hingga dokumen serah terima pekerjaan.
Keterbukaan itu, menurut Manap, menjadi kunci untuk menjawab apakah perubahan Tugu Bola Dunia menjadi Tugu Kuda memang telah direncanakan sejak awal atau justru terjadi perubahan di tengah jalan pelaksanaan pekerjaan.
“Jangan hanya tunjukkan tugunya. Tunjukkan juga jejak uangnya. Berapa pagunya, berapa kontraknya, berapa realisasinya, masuk rekening mana, apa nomenklaturnya, siapa pengusulnya, kapan desain berubah dan apa dasar hukumnya,” ujar Manap.
“Kalau semuanya memang sesuai aturan, buka dokumennya. Dengan begitu persoalan selesai. Tetapi kalau dokumennya tidak ada atau tidak sinkron dengan pekerjaan di lapangan, justru itu yang harus diperiksa,” pungkasnya.
Herry


