EXPOSE Digital TV 19" - 43" 4K Android Smart TV
Garansi 5 Tahun | DVB T2 + Tsunami Warning | Netflix, YouTube, Google TV | Gratis Bracket
1080P FHD
75HZ
HDMI USB VGA
COD 24 Jam
🔥 Cek Harga Diskon di Shopee
*Link affiliate, harga bisa berubah sewaktu-waktu
Terbaru:
FRIC: Kades Giriwaringin Jangan Bermain Narasi Oknum, Publik Butuh Fakta Bukan Drama TikTok
September 11, 2026 |
KUNINGAN,(FRIC)//Fokusnews88.com - Polemik unggahan Kepala Desa Giriwaringin, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Sobarudin alias Obay di TikTok yang berbunyi “Daripada diberikan ke ‘Oknum Wartawan’ mending diberikan ke anak yatim” berbuntut panjang.
Pernyataan yang disandingkan dengan kalimat “Kalau kita tidak salah ngapain harus takut pada ‘oknum’ yg mengatasnamakan wartawan ataupun LSM” tersebut dinilai sebagai bentuk serangan terhadap profesi dan upaya membangun opini sesat di ruang publik tanpa konteks yang jelas.
Fast Respon Indonesia Center (FRIC) DPC Kuningan menegaskan, pejabat publik dilarang membangun narasi playing victim di media sosial.
“Ini pola lama. Ketika dikontrol wartawan dan LSM, langsung framing oknum wartawan. Pertanyaan kami balik: Siapa oknumnya? Sebut nama, sebut perbuatannya, laporkan dengan bukti. Jangan lempar isu liar di TikTok lalu bersembunyi di balik narasi anak yatim,” tegas Ketua FRIC DPC Kuningan, Trisno Magrib.
Trisno menegaskan, logika oknum harus berlaku adil untuk semua.
“Kalau logikanya oknum, maka kami tegaskan: di profesi wartawan bisa ada oknum, di LSM bisa ada oknum, di aparat bisa ada oknum, dan di Kepala Desa pun SANGAT MUNGKIN ADA OKNUM KADES. Jangan cuma berani sebut oknum wartawan, tapi giliran desanya diminta transparan langsung bungkam,” katanya.
Senada, Humas FRIC DPW Jawa Barat, Suardi, menilai unggahan Kades Giriwaringin mencerminkan ketidakpahaman etika pejabat publik dalam bermedia sosial.
“Jabatan Kades itu bukan jabatan privat. Setiap kata-katanya adalah dokumen publik. Kalau merasa bersih, tidak perlu takut, buktikan dengan transparansi. Jangan takut sama wartawan kalau memang tidak salah. Wartawan itu mitra kontrol, bukan musuh,” ujar Suardi.
FRIC LONTARKAN 3 TANTANGAN TERBUKA UNTUK KADES GIRIWARINGIN:
1. Sebut Terang Si Oknum: Siapa nama oknum wartawan dan oknum LSM yang dimaksud? Kapan, di mana, dan apa pemerasan atau pelanggaran yang dilakukan? Jika ada bukti, FRIC siap kawal laporan ke Dewan Pers dan APH.
2. Buka Transparansi Dana Desa: Berani tidak Kades Giriwaringin Sobarudin alias Obay membuka secara terbuka APBDes, LPJ, dan realisasi Dana Desa Giriwaringin 3 tahun terakhir di hadapan publik?
3. Jamin 100% Tidak Ada Penyimpangan: Dapatkah Kades memastikan dan menjamin di hadapan hukum dan publik bahwa tidak ada penyimpangan satu rupiah pun dalam pengelolaan keuangan Desa Giriwaringin selama ia menjabat?
“Ini bukan tuduhan. Ini hak jawab publik. Kalau Kades merasa tata kelolanya sudah bersih, transparan dan akuntabel, ini momentum terbaik untuk membuktikan. Jangan hanya jago membuat konten TikTok tentang oknum, tapi alergi dikritik dan diaudit oleh publik,” tutup Trisno.
FRIC menegaskan tidak dalam posisi Kades vs Wartawan. FRIC berada pada posisi Fakta vs Narasi.
Jika oknum wartawan terbukti salah, sikat oknumnya. Jika tata kelola desa bermasalah, sikat juga tanpa pandang bulu.
Hingga rilis tajam ini diterbitkan, Kades Giriwaringin Sobarudin alias Obay belum memberikan klarifikasi resmi terkait siapa oknum yang dimaksud dan apa latar belakang unggahan TikTok tersebut.
Red
POS TERKAIT


